Ogan Ilir, Gajahmatinews.com
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Panti Sosial Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK) Bina Remaja yang berlokasi di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (29/1/2026).
Kehadiran wakil rakyat ini bertujuan untuk memastikan fungsi pelayanan, pembinaan, serta kelayakan fasilitas bagi anak-anak yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) tersebut berjalan optimal.
Dalam peninjauannya, rombongan Komisi V melihat langsung kondisi asrama, ruang keterampilan, serta sarana prasarana pendukung lainnya. Mereka juga berdialog dengan pengelola panti dan para remaja yang sedang menjalani program pembinaan.
Anggota Komisi V menekankan bahwa anak-anak yang berada di Panti Bina Remaja memerlukan perhatian khusus, tidak hanya dari sisi materiil tetapi juga dukungan psikososial yang memadai.
Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani dalam keterangannya menyampaikan bahwa panti sosial ini merupakan garda terdepan negara dalam memberikan perlindungan bagi anak-anak yang memiliki kerentanan khusus.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar menyentuh aspek fundamental pembinaan mereka. Panti Bina Remaja ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi tempat menyemai masa depan. Kami melihat ada beberapa sarana yang perlu direvitalisasi agar anak-anak merasa nyaman dan termotivasi untuk mandiri,” ujar Alwis Gani di sela-sela kunjungan.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi V David Hadrianto Aljufri menyoroti pentingnya sinkronisasi antara program pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Ia menekankan agar kurikulum keterampilan di panti lebih adaptif.
“Selain fasilitas fisik, kami juga fokus pada output dari pembinaan di sini. Kami mendorong Dinas Sosial untuk memperkuat program kewirausahaan atau kerja sama dengan pihak swasta. Jadi, begitu mereka keluar dari panti, mereka punya ‘senjata’ berupa keahlian yang relevan untuk mencari nafkah secara mandiri,” ujar Hadrianto.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Sumsel Alfrenzi Panggarbesi memberikan catatan khusus mengenai aspek psikologis dan pendampingan bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Menurutnya, pendekatan humanis sangat diperlukan mengingat latar belakang anak-anak di panti tersebut yang beragam.
“Anak-anak di sini memerlukan perlindungan khusus, yang artinya kebutuhan psikososial mereka juga harus terpenuhi. Kami meminta agar jumlah tenaga konselor atau pendamping ditingkatkan kualitasnya. Lingkungan panti harus menjadi tempat yang aman dan ramah anak, jauh dari kesan kaku, sehingga trauma masa lalu mereka bisa terobati dengan baik,” kata Alfrenzi.
Selain mengecek fisik bangunan, Komisi V juga menaruh perhatian besar pada kurikulum pelatihan keterampilan yang diberikan kepada para remaja. Program-program seperti perbengkelan, menjahit, dan tata boga dinilai sangat krusial agar saat keluar dari panti, para penghuni memiliki bekal untuk hidup mandiri di masyarakat.
Pihak pengelola panti menyambut baik kunjungan ini dan menyampaikan beberapa aspirasi terkait kebutuhan tambahan tenaga pendidik ahli serta renovasi beberapa bagian gedung yang sudah mulai dimakan usia.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan sesi diskusi bersama Kepala Panti dan jajaran Dinas Sosial Provinsi Sumsel untuk merumuskan usulan perbaikan pada tahun anggaran mendatang. Komisi V berkomitmen akan mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial demi menjamin masa depan generasi muda Sumatera Selatan.
Anggota dewan juga berdialog dengan dialog hangat bersama anak-anak binaan panti, memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dalam menimba ilmu dan keterampilan selama masa pembinaan. (hms/ADV).






