Palembang, Gajahmatinews.com
Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat kerja bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS/SRIMAS). Rapat ini dilaksanakan dalam rangka membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025.
Rapat yang berlangsung di ruang rapat komisi tersebut berfokus pada evaluasi kinerja perusahaan plat merah tersebut selama satu tahun anggaran terakhir, terutama kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta progres proyek strategis yang dikelola oleh PT SMS.
Pansus III melakukan bedah data terkait capaian target yang telah ditetapkan dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) tahun 2025.
Penekanan pada optimalisasi deviden yang diberikan kepada pemerintah provinsi sebagai pemegang saham mayoritas. Pembahasan mendalam mengenai kelanjutan infrastruktur pendukung yang dikelola PT SMS guna menarik investasi di Sumatera Selatan. Serta peninjauan terhadap efisiensi operasional perusahaan agar tetap akuntabel dan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance.
Dalam sela-sela rapat, salah satu anggota Pansus III memberikan catatan serius terkait urgensi peningkatan performa BUMD ke depan. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang disertakan sebagai modal negara harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
”Kami mengapresiasi beberapa langkah efisiensi yang telah dilakukan, namun PT Sriwijaya Mandiri Sumsel harus lebih progresif dalam mengeksekusi peluang bisnis di tahun mendatang. LKPJ ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen bagi kami untuk memastikan bahwa BUMD benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi Sumsel, bukan justru menjadi beban anggaran,” ujarnya.
Hasil dari pembahasan ini nantinya akan dikompilasi bersama mitra kerja lainnya untuk kemudian disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan sebagai rekomendasi atas LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025. (hms/ADV).






