FESyar Sumatera 2026 Resmi Digelar, BI dan Sumsel Perkuat Sinergi Ekonomi Syariah

FESyar---Opening Ceremony Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera 2026 di PSCC Palembang, Jumat (5/6/2026).

Palembang, Gajahmatinews.com

Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang. Kegiatan yang berlangsung dari 5 hingga 7 Juni itu menjadi ajang strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah regional sekaligus bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar hadir di tengah tantangan ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian. Bank Indonesia menilai sektor ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, tren ekonomi syariah global terus menunjukkan perkembangan positif. Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diperkirakan tetap mencatat pertumbuhan yang kuat pada 2025 hingga 2026, ditopang meningkatnya permintaan produk halal dan berkembangnya industri halal dunia.

Selain itu, aset industri keuangan syariah global juga diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai sekitar USD9,72 triliun pada 2029.

“FESyar bukan sekadar pameran, melainkan wadah implementasi kebijakan yang mempertemukan pelaku usaha, pembiayaan, pasar, pesantren, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi,” kata Destry dalam sambutannya pada Opening Ceremony Fesyar Sumatera 2026 di PSCC Palembang, Jumat (5/6/2026.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dunia. Potensi tersebut juga tercermin di Sumatera Selatan yang memiliki sekitar 7,72 juta penduduk muslim atau 97,22 persen dari total populasi. Kondisi itu menjadi modal kuat untuk mengembangkan industri halal, keuangan syariah, pemberdayaan pesantren, hingga pengelolaan zakat dan wakaf produktif.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah FESyar Sumatera 2026. Ia menilai penyelenggaraan festival tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekonomi syariah.

Herman Deru menegaskan sejumlah program unggulan Pemprov Sumsel memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan ekonomi syariah, di antaranya Program 100.000 Sultan Muda dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to Pesantren.

Program tersebut, kata dia, diarahkan untuk menciptakan generasi muda dan pondok pesantren yang mandiri, produktif, inovatif, serta memiliki daya saing tinggi.

Selama tiga hari pelaksanaan, FESyar Sumatera 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang terbagi dalam tiga pilar utama, yakni Sharia Fair, Sharia Education, dan Sharia Economic Forum. Pengunjung dapat mengikuti pameran produk halal, business matching, seminar, pelatihan, kompetisi ekonomi syariah, hingga berbagai kegiatan edukasi publik.

Sebanyak 73 brand UMKM dari 13 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah Sumatera turut ambil bagian dalam Halal Mart. Kehadiran para pelaku usaha tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk halal unggulan dari berbagai daerah di Sumatera.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono mengatakan fokus utama FESyar tahun ini adalah memperkuat ekosistem halal, memperluas akses keuangan syariah, serta meningkatkan literasi ekonomi syariah masyarakat.

“Pengembangan ekonomi syariah memerlukan kolaborasi lintas sektor dan dukungan transformasi digital agar semakin adaptif, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Bambang.

Ia menambahkan pengembangan ekonomi syariah juga selaras dengan arah pembangunan Sumatera Selatan, khususnya melalui Program 100.000 Sultan Muda. Karena itu, FESyar diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan muda yang inovatif, berdaya saing, dan menjunjung nilai-nilai ekonomi syariah.

Untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah, Bank Indonesia juga terus mendorong pengembangan tiga model bisnis unggulan Sumatera Selatan, yakni PESAT untuk penguatan ekonomi pesantren berbasis pangan, UNGGUL untuk optimalisasi wakaf produktif komoditas unggulan daerah, dan BERKAH untuk percepatan sertifikasi halal serta pengembangan pariwisata ramah muslim. #hms

Pos terkait