Komisi IV DPRD Sumsel Tinjau Kelayakan Jembatan Tebat Gheban di Pagar Alam

MENINJAU---Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Tebat Gheban di Pagar Alam, Rabu (14/1/2026). (FOTO: IST).

Pagar Alam, Gajahmatinews.com

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) melakukan kunjungan kerja lapangan dalam rangka meninjau langsung kondisi infrastruktur Jembatan Tebat Gheban yang berlokasi di Kelurahan Alun Dua, Kecamatan Pagar Alam Utara, pada Rabu (14/1/2026).

Peninjauan ini dipimpin langsung oleh jajaran Komisi IV yang membidangi masalah infrastruktur dan pembangunan. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan, kelayakan struktur, serta efektivitas jembatan tersebut dalam menunjang mobilitas masyarakat di wilayah Pagar Alam Utara dan sekitarnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim DPRD melihat secara mendetail beberapa bagian fisik jembatan yang menjadi akses vital bagi warga.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Muhammad Yansuri, SIP, mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jembatan yang dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang infrastruktur daerah, khususnya sebagai akses transportasi dan pengembangan wilayah Kota Pagar Alam.

“Kami hadir di sini untuk merespons aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah. Jembatan Tebat Gheban ini memiliki peran strategis, baik dari sisi transportasi maupun dukungan terhadap sektor pariwisata di Pagar Alam,” ujar Yansuri di sela-sela peninjauan.

Hasil dari peninjauan lapangan ini mencatat beberapa poin penting terkait pemeliharaan rutin yang harus segera dilakukan oleh dinas terkait guna mencegah kerusakan lebih lanjut. DPRD Sumsel berkomitmen untuk mengawal alokasi anggaran pemeliharaan infrastruktur di tahun anggaran 2026 agar fasilitas umum seperti jembatan ini tetap dalam kondisi prima.

Kunjungan ini juga didampingi oleh perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Selatan serta unsur Pemerintah Kota Pagar Alam. Data-data teknis yang dikumpulkan di lapangan akan dibawa ke rapat kerja Komisi IV untuk kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel).

Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah

Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengatakan, tren destinasi wisata nasional saat ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni wisata laut dan wisata pegunungan. Kota Pagar Alam memiliki keunggulan di sektor wisata pegunungan dengan keberadaan Gunung Dempo sebagai daya tarik utama.

“Pagar Alam memiliki potensi wisata gunung. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan dukungan infrastruktur yang memadai, terutama akses jalan. Seiring meningkatnya jumlah wisatawan, volume kendaraan juga akan bertambah dan berpotensi menimbulkan kemacetan,” ujar Ludi.

Menurut Ludi, ruas jalan di kawasan Jembatan Tebat Gheban kini telah berstatus sebagai jalan provinsi. Ke depan, apabila jembatan tersebut kembali dibangun, kendaraan besar khususnya angkutan antarprovinsi tidak lagi melintas di dalam Kota Pagar Alam, melainkan dialihkan melalui jalan lingkar timur.

Terkait pembangunan kembali jembatan yang sempat mangkrak, dia berharap adanya dukungan dari Pemprov Sumsel agar pembangunan dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026 hingga 2027.

“Mudah-mudahan pada 2027 jembatan ini sudah teranggarkan dan pembangunannya dapat diselesaikan. Dengan dukungan DPRD Provinsi Sumsel, khususnya Komisi IV, kami berharap pembangunan ini dapat terwujud dengan cepat dan sukses demi kemajuan Kota Pagar Alam,” katanya.

Warga sekitar menyambut baik kunjungan ini dan berharap adanya langkah nyata dalam perbaikan maupun peningkatan fasilitas pendukung di sekitar area Tebat Gheban demi kelancaran ekonomi lokal. (hms/ADV)

Pos terkait