Wakil Ketua DPRD Sumsel Tinjau Monas dan Graha Sumsel: Fokus Optimalisasi Aset Daerah

KUNKER---Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam ke Jakarta. (FOTO: IST).

Jakarta, Gajahmatinews.com

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H M Ilyas Panji Alam, melaksanakan kunjungan kerja ke Jakarta pada 4–7 Maret 2026. Agenda ini difokuskan pada peninjauan Monumen Nasional (Monas) dan Graha Sumsel guna membahas konsultasi pengelolaan pariwisata serta evaluasi optimalisasi aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di ibu kota.

​Pada 5 Maret 2026, Ilyas Panji Alam meninjau langsung kawasan Monas sebagai ikon nasional yang berfungsi strategis sebagai ruang publik dan pusat edukasi sejarah. Kunjungan ini bertujuan untuk memelajari sistem pengelolaan aset berskala besar yang terintegrasi secara profesional.

​Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan meliputi pemanfaatan ruang publik dan sistem pemeliharaan kawasan, penerapan digitalisasi layanan bagi pengunjung, ​optimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui pengelolaan wisata yang modern.

​Ilyas berharap keberhasilan manajemen Monas dapat menjadi referensi bagi pengelolaan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di Palembang. Menurutnya, aset sejarah tidak boleh hanya fokus pada pelestarian fisik, tetapi harus mampu memberikan dampak ekonomi dan daya tarik bagi wisatawan.

​Kunjungan berlanjut ke Graha Sumsel di Jakarta pada 6 Maret 2026. Dalam evaluasi tersebut, Ilyas menekankan pentingnya peningkatan standar pelayanan dan pemeliharaan fasilitas agar gedung milik daerah ini tetap kompetitif dibandingkan fasilitas swasta di sekitarnya.

​Ilyas mendorong pengelola Graha Sumsel untuk menggunakan sistem berbasis digital untuk transparansi dan efisiensi, membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga atau korporasi guna mengurangi ketergantungan pada anggaran pemerintah daerah (APBD).

​“Graha Sumsel harus bertransformasi dari sekadar mess pemerintah daerah menjadi aset yang produktif dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Ilyas.

​Melalui kunjungan kerja ini, DPRD Sumatera Selatan berharap hasil kajian dan evaluasi yang didapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan pengelolaan aset daerah yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat citra Sumatera Selatan di tingkat nasional. (hms/ADV)

Pos terkait