Palembang, Gajahmatinews.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) kembali membuktikan komitmen nyata dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui agenda Reses Tahunan Masa Sidang VI/2026, DPRD Sumsel berhasil mengawal dan meloloskan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan cor beton di wilayah pemukiman warga pada tahun anggaran 2026.
Koordinator Reses Dapil Sumsel I Masa Sidang VI/2026 H Chairul S Matdiah, SH, MHKes, menegaskan bahwa.keberhasilan alokasi anggaran ini merupakan bentuk pertanggungjawaban langsung atas amanah dan undang-undang yang diemban oleh legislatif.
”Kami menjalankan tugas negara berdasarkan Undang-Undang untuk turun langsung menyerap informasi dari kelurahan dan kecamatan. Setiap tahunnya, ada tiga kali agenda reses untuk mendatangi masyarakat secara langsung di sembilan kecamatan yang telah memberikan kepercayaan dan memilih kami. Tanpa dukungan serta suara dari masyarakat, tidak mungkin kami bisa duduk dan memperjuangkan aspirasi ini di DPRD Sumsel,” ujar Chairul dengan penuh rasa syukur saat berdialog dengan warga di Masjid Besar KH Balkhi, Kelurahan 16 Ulu, Senin (6/7/2026).
Anggaran senilai Rp2 miliar yang berhasil diperjuangkan oleh fraksi DPRD Sumsel ini akan langsung dialokasikan untuk pembangunan fisik jalan lingkungan berupa cor beton. Langkah ini diambil guna menjawab keluhan menahun warga terkait akses mobilitas dan infrastruktur yang kurang memadai.
Adapun rincian target pembangunan jalan cor beton yang akan direalisasikan pada tahun 2026 ini meliputi RT 53 pembangunan jalan cor beton sepanjang 250 meter dan RT 73 pembangunan jalan cor beton sepanjang 300 meter.
Dalam kesempatan bertatap muka dengan warga tersebut, Chairul S. Matdiah juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan seluruh persoalan yang ada di lingkungan mereka, mulai dari masalah sosial, kesehatan, hingga infrastruktur.
Semua aspirasi, keluhan, dan masukan yang didapatkan selama masa reses ini akan dihimpun secara resmi dalam laporan kedewanan. Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan dan dikoordinasikan langsung kepada Gubernur Sumatera Selatan serta Walikota Palembang agar segera mendapatkan intervensi kebijakan dari eksekutif.
Melalui keberhasilan pengawalan anggaran ini, DPRD Sumsel berharap pembangunan jalan cor beton sepanjang total 550 meter tersebut dapat segera mendongkrak perekonomian lokal, memperlancar mobilitas harian warga, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah setempat.
Reses juga diikuti Anggota DPRD Sumsel Dapil I lainnya. Yakni, Abdullah Taufik, SE, MM (Partai Gerindra), Aryuda Perdana Kusuma, SSos (Partai Golkar), Ir Romiana Hidayati (PDI Perjuangan), Muhammad Toha, SAg (PKS) dan Firmansyah Hakim, SH (Partai Nasdem).
Update Kelurahan 16 Ulu
Sementara itu, dalam laporannya, Lurah 16 Ulu Kgs Syahri Romadon, SH, MH, mengatakan, Kelurahan 16 Ulu terus menunjukkan grafik perkembangan yang masif, baik dari sisi penguatan layanan kesehatan, program sosial, hingga penanganan infrastruktur lingkungan. Menjadi salah satu wilayah dengan basis populasi terbesar, Kelurahan 16 Ulu kini bersiap memaksimalkan berbagai program strategis pada tahun anggaran 2026.
Dia memaparkan bahwa saat ini wilayahnya tercatat memiliki total 31.121 jiwa penduduk yang tersebar di 76 RT dan 21 RW. Dengan kepadatan tersebut, 16 Ulu menjadi salah satu wilayah penentu arah demokrasi di Palembang.
”Secara geopolitik lokal, mata pemilih kami untuk Pilkada menyentuh angka 20.000, dengan hak pilih aktif sebesar 16.000. Ini menjadikan Kelurahan 16 Ulu sebagai salah satu wilayah penyumbang suara terbanyak,” jelas Syahril saat memaparkan kondisi demografi wilayahnya.
Di sektor kesehatan masyarakat, Kelurahan 16 Ulu melakukan ekspansi layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Setelah berhasil mengoperasikan 12 titik Posyandu sepanjang tahun 2025, pada tahun 2026 ini kelurahan resmi menambah satu titik baru di wilayah RW 1 dan RW 2. Langkah ini diambil untuk mendekatkan akses pelayanan kepada warga.
Menariknya, kelurahan menerapkan kebijakan integrasi pelayanan sosial yang tegas demi memastikan kesehatan masyarakat terkontrol dengan baik.
”Kami menambahkan rangkaian program pembinaan di Posyandu. Bagi warga yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah, kini diwajibkan untuk aktif datang dan memeriksakan kesehatan di Posyandu terdekat,” tegasnya.
Selain perluasan fasilitas kesehatan, Kelurahan 16 Ulu juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung program nasional, di mana saat ini sudah siap beroperasi 8 titik Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diintegrasikan langsung di area Posyandu Kelurahan 16 Ulu.
Terkait permasalahan klasik perkotaan, Syahril tidak menampik bahwa masalah banjir sempat menjadi momok utama di Kelurahan 16 Ulu. Namun, berkat langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh pihak kelurahan bersama masyarakat, titik-titik genangan air kini sudah jauh menyusut.
”Dulu problem utama kami di sini adalah banjir. Tapi semenjak terbentuk dan aktifnya Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Peduli Banjir dan Lingkungan Kota Palembang, volume dan titik banjir sudah sangat berkurang drastis berkat aksi gotong royong dan pembersihan berkala. Memang masih ada beberapa titik sisa yang masih banjir, dan itulah yang menjadi fokus evaluasi dan penanganan kami selanjutnya bersama pemerintah kota,” pungkas Syahri. #jay







