​Kendala Lahan di 35 Ilir Hambat Penempatan Koperasi Merah Putih

RESES---Anggota DPRD Sumsel Dapil 1 melaksanakan Reses Masa Sidang VI/2026 di Kantor Lurah 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Jalan Sultan M Mansyur, Senin (6/7/2026).

Palembang, Gajahmatinews.com

​Pelaksanaan Reses Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel I Masa Sidang VI/2026 yang berlangsung di Kantor Lurah 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Jalan Sultan M Mansyur, Senin (6/7/2026), menyoroti sejumlah capaian infrastruktur sekaligus hambatan krusial dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu poin utama yang mencuat adalah sulitnya menemukan lokasi yang representatif untuk mendirikan Koperasi Merah Putih di wilayah Kelurahan 35 Ilir.

​Camat IB II Hambali, SSos, MSi, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah setempat saat ini menghadapi kendala serius terkait cakupan tanah untuk operasional Koperasi Merah Putih. Meskipun program ini sangat penting untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kota, keterbatasan lahan yang strategis di 35 Ilir menjadi batu sandungan utama.

​”Kami sudah berupaya mencari lahan. Sebenarnya ada tanah milik Pemprov Sumsel di kawasan Sungai Kedukan dan TPKS (Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya), namun kondisinya tidak representatif. Kami ingin lokasinya strategis di pinggir jalan agar tidak aicekacing (tidak kelihatan oleh masyarakat), sehingga titik distribusinya bisa benar-benar dekat dan mudah dijangkau warga,” ujar Hambali.

​Di samping kendala koperasi, Hambali juga memaparkan sejumlah keberhasilan dari hasil reses sebelumnya. Ia mengapresiasi gerak cepat Dinas PUPR yang telah melakukan pengaspalan dan penebalan di Jalan Makrayu hingga malam hari.

​Selain itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut dilaporkan berjalan dengan sangat baik. Saat ini sudah ada 8 dapur MBG yang beroperasi penuh tanpa ada kendala teknis maupun kasus keracunan. Kendati demikian, warga tetap menyampaikan keluhan terkait kondisi jalanan yang gelap saat malam hari dan memohon agar segera diberikan bantuan lampu penerangan jalan.

Alhamdulillah hasil reses terakhir (2025) jalan di Makrayu sudah dilakukan penebalan aspal, tinggal masalah penerangan jalan untuk direalisasikan,” katanya.

​Menanggapi persoalan tersebut, Koordinator Reses Dapil Sumsel 1 H Chairul S Matdiah, SH, MHKes, menegaskan bahwa seluruh informasi dan keluhan dari warga, termasuk masalah pelik mengenai lahan Koperasi Merah Putih dan penerangan jalan, akan segera disampaikan langsung kepada Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang.

​Chairul meminta semua pihak untuk tetap sinkron agar tidak terjadi salah persepsi dalam proses  pembangunan.

“Jadi jangan salah persepsi jika kedatangan kami untuk membangun jalan atau bangun yang lain-lain. Kami hanya menampung informasi masyarakat kepada Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang,” katanya.

“Termasuk aspirasi soal lampu jalan sudah disampaikan, tapi yang terealisasi baru perbaikan jalan,” tambahnya.

Ia memastikan bahwa setiap masukan dari warga Kelurahan 32 Ilir dan sekitarnya akan resmi dilaporkan dalam Rapat Paripurna DPRD.

​”Aspirasi ini, walau sebagian mungkin bukan sepenuhnya kewenangan tingkat provinsi baik itu ranah kota maupun pusat tetap akan kami sampaikan dan perjuangkan sesuai dengan amanat undang-undang. Jika laporan ini diterima oleh pemerintah eksekutif, maka akan segera ditindaklanjuti,” tegas Chairul.

Reses juga diikuti Anggota DPRD Sumsel Dapil I lainnya. Yakni, Abdullah Taufik, SE, MM (Partai Gerindra), Aryuda Perdana Kusuma, SSos (Partai Golkar), Ir Romiana Hidayati (PDI Perjuangan), Muhammad Toha, SAg (PKS) dan Firmansyah Hakim, SH (Partai Nasdem). #jay

Pos terkait