Palembang, Gajahmatinews.com
Suasana kunjungan Reses Masa Sidang V/2026 Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Dapil I di SMK PGRI 1 Palembang, Rabu (11/2/2026), diwarnai dengan berbagai keluhan mendalam dari pihak sekolah. Mulai dari estetika gedung yang memprihatinkan hingga masalah banjir tahunan menjadi curahan hati para pendidik.
Ketua Yayasan Pembinaan Lembaga Belajar (YPLB) PGRI Kota Palembang Hasanudin mengungkapkan bahwa dinding luar maupun dalam gedung sekolah saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Warna cat sudah pudar dan banyak yang mengelupas (mengelopek). Kondisi ini mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan belajar para siswa.
”Gedung kami sebenarnya mencukupi, tapi catnya sudah banyak yang ‘panuan’ karena sejak dibangun hanya dipoles saja. Hal ini tentu mengurangi kenyamanan suasana belajar mengajar,” ujar Hasanudin.
Ia berharap para wakil rakyat dapat memberikan bantuan stimulan untuk mempercantik kembali wajah sekolah. Pasalnya, wajah kusam sekolah mengurangi kenyamanan suasana belajar mengajar.
”Kami sangat mengharapkan bantuan dari anggota dewan, khususnya untuk pengecatan ulang gedung sekolah. Kondisi cat yang sudah banyak mengelupas sudah terjadi cukup lama dan kami berharap ada bantuan untuk melakukan pengecatan gedung sekolah,” katanya.

Hasanudin menambahkan, ada 14 sekolah PGRI di Kota Palembang, terdiri dari 6 SMP dan 8 SMA/SMK yang tersebar di beberapa kecamatan. Khusus SMK PGRI 1 Palembang, jumlah murid berjumlah 340 siswa, meski setahun terakhir sempat menurun menjadi 275 siswa.
“Kalau di Plaju ada 1200 lebih ruangannya, ada space tanah yang bisa dibangun gedung 3 tingkat, biayanya sekitar Rp3 miliar. Kami berharap anggota dewan mau membantu cita-cita para guru dan murid,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Reses Dapil I DPRD Sumsel Dapil I H Chairul S Matdiah, SH, MHKes, menyatakan akan memprioritaskan usulan pengecatan gedung sekolah.
“Terkait pengecatan, akan kita carikan dana Corporate Social Responbility (CSR). Di Sumsel banyak perusahaan batubara, khususnya Bank Sumsel Babel (BSB). Buatlah proposal, dana jangan besar-besar, khusus untuk keperluan cat gedung sekolah,” ujar Chairul.

Ia menegaskan bahwa fasilitas pendidikan yang layak adalah kebutuhan dasar agar siswa bisa fokus berprestasi.
“Kami berjanji akan mengawal usulan ini agar dapat terealisasi pada tahun 2026,” tambahnya.
Terendam Banjir Saat Hujan
Selain masalah estetika gedung, sesi tanya jawab mengungkap persoalan infrastruktur lainnya. Dewi Santika, salah satu guru senior, melaporkan bahwa area belakang sekolah kerap terendam banjir saat musim hujan.
”Anak-anak terpaksa melepas sepatu menuju kelas. Kami yang sudah berusia lanjut khawatir terpeleset atau terkena risiko kesehatan. Kami mohon bantuan pembuatan kolam retensi atau renovasi drainase,” keluh Dewi.
Sementara itu, dari sudut pandang siswa, Rizky Saputra (Kelas 12) menanyakan komitmen DPRD dalam membantu lulusan SMK agar cepat terserap di dunia kerja.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Sumsel Muhammad Toha, SAg, memaparkan beberapa solusi antara lain Program Magang. Pemerintah memiliki program magang bersubsidi di berbagai perusahaan dengan uang saku sesuai UMR. Balai Latihan Kerja (BLK). Penguatan kompetensi melalui BLK yang sudah tersebar di beberapa titik untuk mengasah soft skill dan keahlian teknis. Anggaran Pendidikan. DPRD akan mengusulkan perhatian lebih bagi sekolah swasta dalam rapat bersama Dinas Pendidikan mendatang.
“Balai Latihan Kerja sedang dibangun di beberapa titik, dan diberi modal alat, setelah itu pasti butuh tenaga kerja, siapa yang ahli pasti lulusan SMK. Jadi perbanyak jaringan dan mengasah soft skill,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Reses juga diikuti Anggota DPRD Sumsel Dapil I lainnya. Yakni, Abdullah Taufik, SE, MM (Partai Gerindra), Aryuda Perdana Kusuma, SSos (Partai Golkar), Ir Romiana Hidayati (PDI Perjuangan) dan Firmansyah Hakim, SH (Partai Nasdem). #jay







