Palembang, Gajahmatinews.com
Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) H Nopianto, SSos, MM, menegaskan pentingnya transformasi hasil riset perguruan tinggi dari sekadar dokumen perpustakaan menjadi produk nyata yang bernilai ekonomi.
Menurut Nopianto, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta menjadi kunci agar inovasi dosen serta tenaga pendidik tidak berhenti di atas kertas, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
politisi Partai Nasdem ini menyoroti dua aset strategis milik Pemprov Sumsel yang belum tergarap maksimal, yakni Kebun Raya Sriwijaya dan Sriwijaya Science Techno Park (SSTP).
Kedua lahan yang berlokasi di perbatasan Ogan Ilir dan Muara Enim tersebut memiliki kekayaan hayati yang luar biasa untuk pengembangan obat-obatan herbal.
“Potensinya luar biasa, namun pengelolaannya belum maksimal karena keterbatasan anggaran. Kami mengusulkan agar pengelolaan aset ini melibatkan perguruan tinggi melalui kerja sama riset dan pengembangan,” ujar Nopianto, Rabu (11/2/2026).
Ambisi Wisata Kesehatan Berbasis Alam
Lebih dari sekadar riset, Nopianto mendorong Sumsel untuk berani menciptakan Konsep Wisata Kesehatan (Wellness Tourism) berbasis alam. Inisiatif ini dipandang sebagai solusi untuk menekan tren masyarakat yang lebih memilih berobat ke luar negeri seperti Malaysia atau Singapura.
Dia mengatakan, ada beberapa target yang dapat dilakukan pengembangan seperti menghadirkan produk herbal lokal sebagai alternatif pengobatan modern, menjadikan Sumsel sebagai pusat wisata kesehatan berbasis tanaman obat dan membangun produk unggulan daerah hasil riset putra putri daerah sendiri.
Melalui Komisi IV DPRD Sumsel, Nopianto berkomitmen memfasilitasi dialog intensif antara Pemerintah Provinsi, pengelola SSTP, dan kalangan perguruan tinggi, khususnya STIFI Bhakti Pertiwi.
Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pemanfaatan lahan secara maksimal guna mendukung kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus menggerakkan roda ekonomi Sumatera Selatan melalui produk-produk inovatif berbasis alam. (hms/ADV).






