Palembang, Gajahmatinews.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) Andie Dinialdie, SE, MM, menghadiri undangan penting dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Kegiatan itu dikemas dalam Project Launching Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Banyuasin yang digelar di Griya Agung Palembang, Kamis (9/4/2026). Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah prosesi Serah Terima Lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Palembang Baru yang berlokasi di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin.
Proyek ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat infrastruktur logistik di Sumatera Selatan, mengingat Pelabuhan Boom Baru di Palembang saat ini sudah mengalami keterbatasan kapasitas dan terkendala oleh pendangkalan sungai serta jembatan yang membatasi ukuran kapal.
Penyerahan lahan ini menandai kesiapan teknis dan legalitas tanah yang akan digunakan untuk pembangunan pelabuhan laut dalam (deep sea port). Kehadiran Ketua DPRD Sumsel dalam acara ini menegaskan dukungan penuh lembaga legislatif terhadap percepatan pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat Bumi Sriwijaya.
Pelabuhan Tanjung Carat diproyeksikan menjadi pintu gerbang utama ekspor komoditas unggulan Sumsel, seperti batu bara, karet, dan kelapa sawit, langsung ke pasar internasional tanpa harus transit dalam skala besar di provinsi lain.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Sumsel memberikan pernyataan optimistis mengenai dampak jangka panjang dari proyek ini:
”Hari ini kita menyaksikan satu langkah konkret dalam sejarah pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan. Penyerahan lahan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan simbol bahwa mimpi kita memiliki pelabuhan laut dalam yang representatif akan segera terwujud,” ujar Andie.
“Kami di DPRD akan terus mengawal agar pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat ini berjalan sesuai jadwal. Kami ingin memastikan bahwa PSN ini mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja lokal dan menurunkan biaya logistik bagi para pelaku usaha di Sumsel. Ini adalah kunci agar daya saing daerah kita meningkat tajam di level nasional maupun global,” katanya.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Banyuasin merupakan cita-cita besar para pemimpin terdahulu yang kini mulai terealisasi. Ia menilai kehadiran pelabuhan ini sangat penting mengingat keterbatasan kapasitas pelabuhan yang ada saat ini.
“Ini merupakan mimpi yang diinginkan pemimpin-pemimpin kita dahulu. Pelabuhan yang ada saat ini sudah sangat terbatas, sehingga launching ini menjadi bukti nyata kerja keras kita bersama,” ujar Herman Deru.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Banyuasin akan memperlancar distribusi berbagai komoditas unggulan Sumatera Selatan seperti kopi, karet, dan kelapa sawit. Selama ini, kendala seperti pendangkalan dan surutnya Sungai Musi kerap menghambat aktivitas kapal serta distribusi barang.
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Banyuasin merupakan proyek strategis nasional yang akan terintegrasi dengan berbagai infrastruktur pendukung. Di antaranya pembangunan jalan tol Palembang–Tanjung Carat serta rencana jalur rel kereta api dari Muara Enim menuju kawasan pelabuhan.
“Integrasi infrastruktur ini akan memperkuat konektivitas logistik dan meningkatkan daya saing daerah. Pelabuhan Tanjung Carat nantinya akan didukung oleh akses jalan tol hingga jaringan rel kereta api yang menghubungkan antar wilayah,” ungkapnya.
Bupati Banyuasin Askolani menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan pelabuhan tersebut. Ia optimistis proyek ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Banyuasin.
“Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap mendukung penuh percepatan pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Banyuasin. Kami yakin kehadiran pelabuhan ini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru serta memperkuat posisi Banyuasin sebagai kawasan strategis di Sumatera Selatan,” tegasnya.
Peluncuran ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, bersama jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan.
Dengan diluncurkannya proyek ini, diharapkan Pelabuhan Tanjung Carat mampu menjadi simpul logistik utama yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, memperluas akses pasar ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Banyuasin. (hms/ADV).






