Warga Keluhkan Distribusi KIS Tidak Merata dan Berobat Gratis

Palembang, Gajahmatinews.com

Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang merupakan program dari Pemerintah Pusat kerap dikeluhkan oleh masyarakat.

Keluhan ini juga mencuat dalam acara Reses yang digelar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) Dapil Sumsel 1 H Chairul S Matdiah, SH, MHKes, saat melaksanakan Reses pribadi atau perorangan Tahap IV/2025 di kawasan Pasar 7 Ulu Palembang, Sabtu (11/10/2025).

“Banyak masyarakat yang ekonomi menengah ke bawah mengeluhkan berobat gratis yang terkait dengan KIS masih belum merata,” ujar Chairul.

Dia mengatakan, program KIS memang selalu dipersoalkan oleh masyarakat karena dinilai tidak tepat sasaran.

Selain itu, adapula peserta KIS yang mendadak ditolak saat membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Alasannya, KIS sudah hangus dan tidak bisa digunakan lagi.

“Padahal orangnya masih hidup, tapi ketika KIS akan digunakan untuk berobat, tidak bisa atau sudah tidak terdaftar,” bebernya.

Selain soal KIS, warga juga mengeluhkan persoalan sampah pasar yang menumpuk, jalan rusak dan berlobang, serta banyak lampu jalan yang mati mengakibatkan sering terjadi aksi kriminalitas di jam rawan malam.

Menanggapi hal tersebut, Chairul mengatakan, akan segera memproses ke dinas terkait agar segera ditindak lanjuti sebagaimana mestinya.

“Sampah merupakan sumber penyakit, oleh sebab itu harus segera ditindak agar tidak menjadi bibit penyakit, apalagi pasar menjadi sumber pangan keluarga di rumah,” katanya.

Reses Masa Sidang IV Tahun 2025 merupakan masa penting yang sejatinya secara fungsional sebagai media menjaring aspirasi masyarakat. Reses merupakan kewajiban bagi Anggota DPRD dalam menjaring informasi untuk kemudian disalurkan pada saat sidang Paripurna.

Saat reses di Pasar 7 Ulu, Chairul S Matdiah didampingi Lurah 7 Ulu Heriyanto, SIP, MSi. Tak lupa setelah kegiatan reses berlangsung, Chairul mengajak warga untuk santap siang bersama dengan membagikan nasi bungkus kepada seluruh warga masyarakat yang hadir. *rly

Pos terkait