Palembang, Gajahmatinews.com
Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang terus memantapkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Dalam pemaparannya di hadapan Tim Reses Dapil I DPRD Sumsel, Wakil Rektor II UM Palembang Prof Dr Sri Rahayu, SE, MM, membeberkan pertumbuhan masif indikator akademik, infrastruktur, hingga target strategis kampus menuju Research University pada tahun 2030.
Saat ini, UM Palembang memiliki basis akademika yang sangat besar dengan total 12.663 mahasiswa, di mana 6.924 mahasiswa di antaranya tercatat aktif dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta bimbingan skripsi. Aktivitas akademik ini ditopang oleh 423 dosen (dengan rasio kecukupan yang sangat baik, 1/17) serta 200 tenaga kependidikan (tendik).
Di sektor sumber daya manusia, UM Palembang menorehkan prestasi membanggakan dengan memiliki 13 Guru Besar (GB), jumlah terbanyak di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II.
Sebaran Guru Besar tersebut meliputiFakultas Teknik (Teknik Kimia) 3 orang, Fakultas Pertanian 4 orang,Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 3 orangdan FKIP 3 orang.
”Untuk Fakultas Hukum, saat ini kita belum memiliki Guru Besar kembali setelah Profesor yang kita miliki sebelumnya wafat/almarhum (Prof Daud Busroh). Selain itu, tantangan kita ke depan adalah masih adanya dosen di Fakultas Ekonomi yang belum menyelesaikan studi S3 (Doktor),” ungkap Prof Sri Rahayu mengenai dinamika SDM di lingkungan kampus.
Selain fokus pada pembenahan lahan 108 hektar di Bayung Lencir, UM Palembang juga mengelola sejumlah aset strategis lainnya demi mendukung pendapatan mandiri (side income) dan ruang riset praktis, antara lain Kampus C Area perkebunan kelapa sawit produktif seluas 40 hektar. Dan, kebun percobaan berlokasi di Sungai Pinang, Kabupaten Indralaya, yang difokuskan pada program hilirisasi komoditas jagung.
“Pengembangan kebun percobaan ini merupakan langkah konkret universitas dalam mengejar target transformasi besar menjadi universitas berbasis riset (Research University) yang dicanangkan tercapai pada tahun 2030,” katanya.
Di bidang sarana dan prasarana, Fakultas Kedokteran (FK) UM Palembang saat ini menjadi salah satu lini paling progresif. Guna mempertahankan dan memperkuat predikat akreditasi Unggul, pihak universitas tengah menggenjot proyek pembangunan gedung menara (tower) baru di lingkungan kampus. Pembangunan infrastruktur modern ini diproyeksikan dapat menampung kebutuhan laboratorium, ruang belajar klinis, serta fasilitas riset kedokteran yang berstandar internasional.
“Tower dalam proses pembangunan sebagai syarat mendapat predikat akreditasi Unggul di Fakultas Kedokteran,” terangnya.
Melalui pemaparan data komprehensif ini, pihak UM Palembang berharap DPRD Sumsel dapat melihat potensi besar sekaligus tantangan yang dihadapi kampus, sehingga kolaborasi antara dunia legislatif dan institusi pendidikan dapat berjalan semakin erat.
Menanggapi pernyataan tersebut, Koordinator Reses Masa Sidang VI/2026 Chairul S Matdiah mengatakan, UM Palembang sudah mencatatakan perubahan besar dari segi sarana, prasarana dan mutu pendidikan.
“Jalan dan gedung sudah bagus, beda dengan zaman saya dulu tahun 1984, jadi tidak ada yang perlu dibantu lagi,” katanya.
Anggota DPRD Sumsel Dapil 1 Abdullah Taufik, SE, MM, menambahkan, Muhammadiyah adalah organisasi Islam terkaya dengan kekayaan Rp400 triliun lebih.
“Jadi pilihan tepat untuk berkuliah di UM Palembang,” kata alumni UM Palembang itu. #jay







