Atasi Overcrowding 347%, Lapas Perempuan Palembang Paparkan Inovasi dan Prestasi dalam Reses DPRD Sumsel

RESES---Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menerima kunjungan kerja Reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) I, Jumat (3/7/2026).

Palembang, Gajahmatinews.com

​Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menerima kunjungan kerja reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) I, Jumat (3/7/2026). Kunjungan strategis ini disambut langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas IIA Palembang Desi Andriyani, beserta jajaran dan warga binaan.

​Dalam sambutannya, Kalapas Desi Andriyani menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para wakil rakyat. Momentum ini dinilai sebagai bentuk perhatian nyata terhadap penyelenggaraan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam pembinaan warga binaan perempuan agar siap kembali ke masyarakat secara mandiri dan produktif.

​Di hadapan para Anggota DPRD Sumsel, Kalapas memaparkan kondisi riil fasilitas yang berdiri sejak tahun 1917 tersebut. Dia mengatakan, kapasitas ideal sebanyak151 orang warga binaan.

Namun jumlah penghuni saat ini sebanyak 524 orang (Tingkat hunian mencapai 347% atau overcrowding sebesar 247%). Terdiri dari perempuan usia produktif, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, serta 6 orang bayi yang tinggal bersama ibunya di dalam lapas.

​”Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk tetap memberikan pelayanan, perlindungan hak, pembinaan, serta perawatan kesehatan secara optimal. Saat ini, pihak Lapas juga tengah merenovasi area dapur guna mendongkrak kualitas pelayanan makanan,” katanya.

​Sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Palembang sukses memaksimalkan lahan tidur. Program pertanian, perikanan, dan peternakan di dalam lapas tercatat mampu berkontribusi meningkatkan 2,02% hingga 3% dari total anggaran bahan makanan (BAMA) bulanan.

​Selain ketahanan pangan, warga binaan dibekali berbagai keterampilan bernilai ekonomi tinggi, meliputi kerajinan dan fashion seperti menjahit, anyaman serat pisang abaca, pembuatan songket, jumputan, batik, serta konveksi kaos dan sablon mug.

Jasa & kuliner seperti salon kecantikan, laundry, tata boga (roti, kue, kopi, tempe kedelai), hingga perkebunan hidroponik. Kemudian, pembinaan pepribadian meliputi kegamaan, seni tari, paduan suara, musik akustik, hingga color guard.

​Guna mempermudah pelayanan dan transparansi kepada masyarakat, Lapas Perempuan Palembang meluncurkan lima inovasi unggulan. Yakni, SI INA, aplikasi berbasis website untuk memantau informasi warga binaan (sisa masa pidana, kegiatan pembinaan, download formulir integrasi).

LAVICA. Layanan video call gratis bagi warga binaan yang jarang/tidak bisa dikunjungi langsung. SICANTIK, platform digital pemasaran hasil karya warga binaan (menjadi pilot project nasional bidang fashion oleh Ditjenpas).

JELITA, layanan kesehatan terpadu yang siaga selama 24 jam. Serta KLASIK, inovasi pengelolaan sampah plastik bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

“Untuk memperkuat seluruh program ini, Lapas telah bersinergi erat dengan 58 mitra pemasyarakatan dari unsur TNI, Polri, BNN, instansi pemerintah, LBH, hingga dunia usaha,” katanya.

Dia menambahkan, kerja keras jajaran Lapas Perempuan Palembang berbuah manis lewat sederet prestasi prestisius, di antaranya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2023 dan kini mengarah ke WBBM.

​Penghargaan Terbaik II Satuan Kerja Pemasyarakatan Terbaik se-Indonesia tahun 2026 dalam Hari Bakti Pemasyarakatan. ​Sertifikasi halal untuk 34 produk kuliner, serta hak cipta atas 13 motif batik dan 1 karya lagu. Dan, ​Akreditasi Klinik Paripurna dan Nilai A Indeks Kapabilitas Rehabilitasi.

​Produk kreatif warga binaan juga eksis di ruang publik. Terbaru, pada 26–28 Juni 2026, hasil karya berupa busana kain etnik dan gaun karnaval daur ulang sukses memukau masyarakat dalam perayaan Hari Jadi Kota Palembang ke-1343. Berbagai produk ini juga aktif dipasarkan di berbagai pusat perbelanjaan dan ruang publik, seperti OPI Mall, Palembang Square, hingga Benteng Kuto Besak.

“​Melalui kunjungan reses Dapil I ini, kami berharap sinergi antara DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dapat semakin kokoh demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas,” katanya.

Menanggapi paparan dari pihak Lapas, Koordinator Reses DPRD Sumsel Dapil I H Chairul S Matdiah, MHKes, menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi dan kebutuhan krusial yang dihadapi oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, terutama terkait fasilitas penunjang.

​”Kami sangat mengapresiasi kinerja luar biasa dari jajaran Lapas Perempuan Palembang. Meskipun menghadapi tantangan overcrowding yang sangat tinggi, pelayanan dan pembinaan tetap berjalan dengan sangat humanis dan profesional,” ujar Chairul S Matdiah.

​Politisi senior dari Fraksi Demokrat ini juga menegaskan bahwa aspirasi mengenai keterbatasan ruang hunian, pemenuhan hak kelompok rentan (seperti ibu hamil dan balita), hingga penguatan sarana kemandirian akan menjadi catatan prioritas untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah.

​”Persoalan kapasitas dan optimalisasi fasilitas seperti dapur yang sedang direnovasi, serta program ketahanan pangan di sini, membutuhkan sinergi anggaran yang kuat. Kami di DPRD Sumsel akan berupaya mendorong program kemitraan atau dukungan bantuan yang relevan agar program pembinaan UMKM di lapas ini bisa semakin berkembang dan berdampak luas,” tambah Chairul, yang juga duduk di Komisi I tersebut.

Reses Dapil Sumsel I juga dihadiri Aryuda Perdana Kusuma, SSos. (Fraksi Golkar – Komisi IV), ​Abdullah Taufik, SE, MM (Fraksi Gerindra – Komisi I), ​Firmansyah Hakim, SH (Fraksi PDI Perjuangan – Komisi V), ​Ir Romiana Hidayati (Fraksi PDI Perjuangan – Komisi V) dan ​Muhammad Toha, SAg (Fraksi PKS – Komisi V). #jay

Pos terkait