Ketua DPRD Sumsel Terima Audiensi Lembaga Adat Prabumulih, Bahas Keselamatan Perlintasan Kereta Api

FOTO BERSAMA---Audiensi Lembaga Adat Kota Prabumulih bersama Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie membahas keselamatan perlintasan kereta api di Prabumulih. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan dokumen dan foto bersama.

Palembang, Gajahmatinews.com

​Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie, SE, MM, menerima kunjungan audiensi dari jajaran Lembaga Adat Kota Prabumulih di Gedung DPRD Sumsel, Kamis (1/10/2026). Pertemuan tersebut digelar khusus untuk membahas isu krusial terkait keselamatan warga di titik-titik perlintasan kereta api yang melintasi wilayah Kota Prabumulih.

​Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Lembaga Adat Kota Prabumulih menyampaikan aspirasi serta kekhawatiran masyarakat setempat mengenai masih maraknya perlintasan sebidang tanpa palang pintu dan minimnya fasilitas pengamanan. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, mengingat tingginya frekuensi perjalanan kereta api yang melintas setiap harinya.

​Lembaga Adat memohon agar DPRD Provinsi Sumsel dapat memfasilitasi dan mendesak pihak terkait terutama PT KAI, Kementerian Perhubungan, serta Dinas Perhubungan Provinsi dan Daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Pembangunan flyover/underpass, pemancangan palang pintu otomatis, serta penempatan petugas jaga menjadi beberapa solusi utama yang didorong oleh warga.

​Menanggapi penyampaian aspirasi tersebut, Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie memberikan tanggapan dan komitmen resminya.

​”Keselamatan dan jiwa masyarakat Sumatera Selatan, khususnya warga Kota Prabumulih, adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Aspirasi dari Tokoh Adat dan masyarakat Prabumulih ini sangat penting dan menjadi perhatian serius bagi kami di DPRD Sumsel,” ujar Andie.

​Dia menyadari bahwa mobilitas kereta api di Prabumulih sangat tinggi, sehingga tingkat kerawanan kecelakaan di perlintasan sebidang harus segera ditangani.

“DPRD Sumsel tidak akan tinggal diam. Kami akan segera berkoordinasi dan memanggil instansi terkait, baik PT KAI Divre III Palembang, Dinas Perhubungan, maupun Kementerian Perhubungan, untuk mengkaji serta merealisasikan perbaikan sarana keselamatan,” katanya.

“​Baik itu percepatan pembangunan jalan layang (flyover), penambahan pintu perlintasan, maupun penyiapan petugas di lapangan, semua opsi akan kita dorong secara berjenjang agar masyarakat bisa melintas dengan tenang dan aman,” tambahnya.

​Pertemuan ditutup dengan komitmen DPRD Provinsi Sumsel untuk mengawal isu perlintasan kereta api ini dalam rapat kerja komisi teknis agar segera membuahkan tindak lanjut nyata di lapangan. (hms/ADV).

Pos terkait