Antisipasi Lonjakan ISPA, Herman Deru Perintahkan Puskesmas Kertapati Siaga 24 Jam

MENINJAU---Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau Posko Siaga Karhutla di Kantor Camat Kertapati, Palembang, Senin (7/9/2026).

Palembang, Gajahmatinews.com

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta seluruh Puskesmas di Kecamatan Kertapati, Palembang, bersiaga penuh selama 24 jam sebagai antisipasi meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Permintaan itu disampaikan Herman Deru saat meninjau Posko Siaga Karhutla di Kantor Camat Kertapati, Senin (7/9/2026).

Herman Deru mengungkapkan, angka karhutla di Kertapati melonjak hingga 100 persen dibanding periode sebelumnya.

“Januari sampai Agustus 20 karhutla, Agustus sampai hari ini 23. Artinya, meningkat 100 persen,” ujarnya.

Ia juga menyoroti lonjakan kasus ISPA yang sempat mencapai 15 ribu penderita pada Februari lalu, jauh sebelum musim karhutla tiba.

“Padahal itu belum waktu karhutla, ini perlu diantisipasi,” katanya.

Karena itu, Herman Deru meminta jajaran Puskesmas Kertapati siaga penuh 24 jam agar warga yang terserang ISPA akibat kabut asap bisa segera ditangani.

Kepada aparat kepolisian, ia juga meminta agar segera menelusuri pemilik lahan yang berpotensi terbakar maupun yang sudah terbakar.

“Kalau dia perusahaan kita akan cabut haknya, tentu dengan berkoordinasi dengan Pak Wali,” tegasnya.

Herman Deru turut mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla Kertapati yang bekerja keras memadamkan titik api, mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan daerah rawan kebakaran.

“Kertapati ini wilayah perbatasan. Tentu nanti ada titik api di wilayah perbatasan, tetap saja kita turun mengantisipasinya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru yang didampingi Walikota Palembang Ratu Dewa menyerahkan bantuan kepada anggota Satgas Karhutla Kertapati.

Sebagai langkah pencegahan lanjutan, Herman Deru meminta seluruh jajaran di Kertapati terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar karhutla tidak terulang.

“Bisa lewat medsos atau bila perlu door to door,” katanya.

Camat Kertapati Rifanda Putra melaporkan, jumlah penderita ISPA di wilayahnya terus meningkat selama musim kemarau, terlebih sejak kabut asap karhutla mulai menyelimuti kawasan tersebut. Tercatat 43 kejadian kebakaran lahan milik warga di Kecamatan Kertapati. #hms

Pos terkait