Palembang, Gajahmatinews.com
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menerima peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026 dalam rangka pelaksanaan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) di Provinsi Sumsel. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Rabu (9/9/2026), dengan rombongan peserta didik dipimpin oleh Brigjen Pol Ratno Kuncoro.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PKDN peserta didik Sespimti Polri yang dilaksanakan di Provinsi Sumsel. Selama berada di daerah ini, para peserta didik akan melakukan pengumpulan data dan informasi, berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, serta melihat langsung berbagai persoalan strategis yang dihadapi daerah, dengan karhutla menjadi salah satu isu utama yang dikaji.
Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru memaparkan sejumlah persoalan strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun menjadi tantangan serius bagi Sumsel akibat karakteristik wilayahnya yang memiliki kawasan gambut cukup luas.
Herman Deru mengungkapkan, Sumsel memiliki lahan gambut sekitar 1.270.421 hektare dan kawasan hutan mencapai 3.375.563 hektare. Kondisi geografis ini, menurutnya, membutuhkan pola penanganan yang komprehensif karena kebakaran di kawasan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran di lahan mineral.
“Karhutla di lahan gambut ini memang tidak mudah dikendalikan. Api bisa kita padamkan di permukaan, tetapi di bawah tanah masih dapat menyala. Inilah yang membuat penanganannya membutuhkan waktu, tenaga, dan strategi yang tepat,” jelasnya.
Berdasarkan data hingga 7 September 2026, Herman Deru menyebutkan tercatat sebanyak 2.544 kejadian karhutla di wilayah Sumsel dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 1.926,2 hektare. Sementara sepanjang tahun 2026, jumlah hotspot yang terpantau di Sumsel mencapai 33.432 titik.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara, di mana Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) cenderung berfluktuasi mengikuti perkembangan kejadian karhutla.
Untuk mendukung penanganan karhutla, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama seluruh unsur terkait mengerahkan sekitar 11.567 personel dari berbagai elemen. Gubernur menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi, melainkan harus mengutamakan pencegahan melalui pengawasan kawasan rawan, peningkatan kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, hingga penguatan koordinasi antarlembaga.
“Pola penanganan yang pertama adalah mencegah. Tetapi pencegahan ini memang membutuhkan biaya dan kesiapan yang tidak sedikit. Karena itu, kolaborasi semua pihak sangat penting agar persoalan ini dapat kita kendalikan bersama,” katanya.
Di hadapan para peserta didik Sespimti, Herman Deru menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sumsel sebagai salah satu daerah pelaksanaan PKDN. Ia berharap kehadiran para peserta didik dapat memberikan masukan terhadap kinerja dan kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah, sekaligus menjadi bahan kajian yang bermanfaat bagi daerah maupun institusi Polri.
“Kehadiran Bapak-Bapak sekalian tentu bukan hanya untuk melihat apa yang sudah dilakukan Sumatera Selatan, tetapi juga kami berharap dapat memberikan masukan terhadap kinerja dan berbagai kebijakan yang kami jalankan,” ujar Herman Deru.
Ia berharap pengalaman dan hasil pengamatan peserta didik Sespimti selama berada di Sumsel dapat menjadi bahan kajian yang memberikan manfaat, baik bagi daerah maupun institusi Polri, mengingat para peserta didik tersebut nantinya akan kembali mengemban tugas dan tanggung jawab strategis di institusinya masing-masing.
“Insya Allah setelah ini Bapak-Bapak sekalian akan kembali mengabdi dan mengambil keputusan di institusi masing-masing. Karena itu, pengalaman selama berada di Sumsel ini mudah-mudahan dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan yang ada,” ungkap Herman Deru.
Menurut Herman Deru, pengalaman lapangan atau jam terbang memiliki arti penting dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat, karena menjadi modal untuk memahami persoalan kompleks dan mengintegrasikan berbagai kepentingan menjadi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Kita tidak perlu terlalu baper terhadap kecaman dan kritikan. Yang penting adalah bagaimana kita terus belajar dari pengalaman. Jam terbang itu penting, karena dengan jam terbang kita akan semakin mampu memahami kompleksitas persoalan dan mengintegrasikannya menjadi sesuatu yang berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.
Herman Deru juga berharap pelaksanaan PKDN tidak berhenti pada proses pengumpulan data semata, tetapi dapat menghasilkan rumusan dan rekomendasi yang aplikatif. Menurutnya, persoalan karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Brigjen Pol Ratno Kuncoro selaku perwakilan peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah menerima serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PKDN. Ia menjelaskan, pelaksanaan PKDN di Sumsel direncanakan berlangsung selama kurang lebih 10 hari, dan sebelum bertemu Gubernur, peserta didik telah lebih dulu mendapatkan arahan dari Kapolda Sumsel terkait persoalan karhutla.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kehormatan serta dukungan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan tugas di Sumsel. Kami mendapatkan banyak bahan yang nantinya akan kami kaji kembali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan PKDN bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada di daerah, sekaligus merumuskan saran dan rekomendasi strategis terkait penyelesaiannya. Sumsel dipandang sebagai daerah dengan berbagai persoalan strategis dan kompleks, sehingga menjadi objek pembelajaran yang penting bagi peserta didik Sespimti.
“Kami memandang Sumsel sebagai objek yang sangat baik bagi kami untuk melihat secara langsung persoalan di lapangan. Kami mohon dukungan agar seluruh rangkaian tugas kami selama di Sumsel dapat berjalan dengan baik dan sukses,” katanya.
Selama pelaksanaan PKDN, para peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 akan dibagi dalam beberapa tim untuk melakukan pertemuan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel serta pemangku kepentingan lainnya. Tim juga akan melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi, termasuk titik-titik yang terdampak karhutla, guna memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi dan penanganan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sumsel berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan institusi Polri dalam menghadapi berbagai persoalan strategis. Hasil kajian dan masukan dari peserta didik Sespimti diharapkan dapat menjadi bahan pengayaan dalam memperkuat strategi penanganan karhutla serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumsel. #hms







