Disusun Oleh:
M Rio Dwi Saputra
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang.
PELUANG bisnis bertebaran di mana-mana dan jumlahnya banyak, lalu, apa tindakan terbaik yang perlu dilakukan perusahaan terhadap peluang tersebut? Agar diperoleh peluang bisnis terbaik, maka perlu dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menilai kelayakan peluang bisnis tersebut.
Perusahaan, entitas, atau institusi yang sudah menyadari pentingnya Standar Operasional Prosedur maka akan membuat Standar Operasional Prosedur atau kelayakan bisnis dalam semua aktivitasnya, termasuk Standar Operasional Prosedur untuk membuat laporan Studi Kelayakan Bisnis.
Standar Operasional Prosedur Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis dilakukan perusahaan setelah mengumpulkan data dan peluang bisnis untuk mengembangkan usaha. Sehingga akan meningkatkan omset dan laba perusahaan.
Kelayakan operasional dalam bisnis adalah salah satu aspek penting dalam analisis kelayakan usaha. Tujuannya adalah untuk menilai apakah suatu bisnis dapat beroperasi secara efektif dan efisien dengan sumber daya yang tersedia, baik dari segi manusia, teknologi, lokasi, maupun proses operasional.
Adanya Standard Operating Prosedur dalam sebuah perusahaan sangat diperlukan oleh setiap karyawan, manajemen, hingga pimpinan untuk memahami tujuan yang hendak dicapai perusahaan.
Standard Operating Prosedur menjadi susunan dokumen berisi instruksi tertulis yang mengatur proses dan prosedur pelaksanaan operasional dari perusahaan.
Keberadaan Standard Operating Prosedur ini akan membuat seluruh sumber daya manusia (SDM) di sebuah perusahaan bisa saling membantu dan bekerja sama agar pekerjaan lancar dan tujuan bisnis tercapai. Selain itu, Standard Operating Prosedur menjadi bahan acuan dalam menilai performa kerja para karyawan.
Standard Operating Prosedur menjadi standar baku bagi perusahaan-perusahaan dalam melakukan proses kerja. Pentingnya Standard Operating Prosedur adalah untuk memastikan pelayanan dan operasional bisa selalu konsisten.
Antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya tentu mempunyai Standard Operating Prosedur yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kita tidak bisa langsung melihat contoh Standard Operating Prosedur saja. Tetapi perlu juga mempelajari langkah demi langkah pembuatannya.
Biasanya divisi general affair bertugas dan bertanggung jawab membuat Standard Operating Prosedur. Akan tetapi, pembuatan Standard Operating Prosedur ini dapat dilakukan dengan kerja sama dengan para ahli.
Standard Operating Prosedur merupakan sekelompok peraturan, pedoman, atau aturan yang dibuat oleh perusahaan. Tujuannya adalah sebagai bahan acuan dalam mengerjakan proses kerja berdasarkan tugas dan fungsi setiap sumber daya manusia pada perusahaan.
Bagi instansi pemerintah maupun perusahaan swasta, Standard Operating Prosedur menjadi indikator untuk menilai kinerja. Mengapa demikian? Pasalnya pembuatan Standard Operating Prosedur berdasarkan indikator teknis, prosedural, dan administratif.
Selain itu, saat membuat Standard Operating Prosedur didasarkan pada urutan kronologis. Dengan demikian, akan menjadi sebuah prosedur acuan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang efisien dan efektif.

Standard Operating Prosedur menjadi bahan acuan dalam menilai performa kerja para karyawan. (FOTO: NET).
Aspek-Aspek Kelayakan Operasional
1. Lokasi Usaha
* Apakah lokasi strategis dan mudah diakses oleh pelanggan, pemasok, serta tenaga kerja?
* Apakah lokasi mendukung proses produksi atau distribusi?
2. Sumber Daya Manusia (SDM)
* Apakah tersedia tenaga kerja yang kompeten?
* Bagaimana struktur organisasi dan pembagian tugasnya?
3. Proses Produksi / Operasional
* Bagaimana alur kerja atau proses produksi dilakukan?
* Apakah efisien dari segi waktu, biaya, dan sumber daya?
4. Peralatan dan Teknologi
* Apakah peralatan dan teknologi yang digunakan memadai?
* Apakah ada rencana pemeliharaan dan peningkatan teknologi?
5. Kapasitas Produksi
* Apakah kapasitas produksi sesuai dengan kebutuhan pasar?
* Apakah dapat ditingkatkan jika permintaan naik?
6. Sistem Manajemen dan Pengendalian
* Apakah ada sistem untuk mengatur kualitas, persediaan, dan jadwal kerja?
* Apakah ada prosedur keamanan dan keselamatan kerja?
7. Suplai Bahan Baku
* Apakah ketersediaan bahan baku terjamin?
* Apakah pemasok dapat dipercaya?
Perusahaan yang sudah menyadari akan pentingnya suatu prosedur standar dalam setiap kegiatannya pasti akan membuat standar operasional prosedur pada setiap bagiannya, termasuk dalam hal menyusun dan mencatat laporan terkait kelayakan peluang usaha.
Peluang usaha adalah suatu hal uang penting dan harus segera diambil tindakan yang harus agar tidak terlewatkan begitu saja. Seluruh tindakan yang sifatnya sistematis, terstruktur dan prosedural bisa menjadi pembuka untuk terbukanya berbagai pelang baru untuk perusahaan.
Anda bisa menyesuaikan dan mengembangkannya sendiri sesuai dengan keperluan dan kondisi perusahaan. Namun, satu hal yang tidak boleh Anda lupakan adalah melakukan manajemen keuangan yang baik, caranya adalah dengan mencatat arus kas perusahaan di dalam laporan arus kas. Jenis laporan keuangan ini nantinya bisa Anda jadikan rujukan dalam membuat keputusan bisnis strategis di masa depan. *
✍ Catatan :
Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis (SKB) Universitas Tridinanti Palembang.







