Sosok Pemersatu, Perjalanan Hidup Chairul S Matdiah Mirip Tokoh Jepang, Toyotomi Hideyoshi

Budiarto menilai Chairul sosok yang ulet, apapun pekerjaannya akan dikerjakan secara serius. Saat menjadi pengacara banyak kasus yang mampu diselesaikan berkat keuletannya.

Begitu juga saat hijrah ke dunia politik ketika bergabung dengan Partai Demokrat. Chairul, kata Budiarto, mempelajari politik secara serius berbekal latarbelakang ahli hukum.

“Dia bisa menyesuaikan diri dengan mudah di dunia politik dan mampu menjadi Wakil Ketua DPRD Sumsel 2014-2019 karena latarbelakang ahli hukum. Chairul bisa menyatukan teman-temannya yang berselisih dan berdebat karena kedekatannya dengan rekan-rekan di DPRD Sumsel,” ujar mantan Wakil Walikota Pagaralam itu.

Sosok Rendah Hati dan Romantis

Selain sosok yang bisa menyatukan, Chairul, lanjut Budiarto, adalah sosok yang humble atau rendah hati dan sedikit romantis.

“Humble dan sedikit romantis, saya lihat keromantisannya saat bergaul dengan kawan-kawan. Chairul juga memiliki keluarga yang bahagia, kebetulan saya dekat dengan keluarga beliau karena saat beliau menggelar hajatan dan sedekah saya hadir,” kata  Budiarto yang dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

 Chairul juga dinilai sebagai sosok yang dermawan dan senang menyumbang, memberi bantuan ke panti asuhan dan membangun masjid. Di beberapa tempat masjid yang dibangun diberi nama orangtuanya H Matdiah Faat dan Hj Rodiah Matdian.

Pos terkait