Potret 21 Tahun Dedikasi Hukum dan Politik Chairul S Matdiah Diabadikan dalam Karya Di Balik Toga Hitam

Cover buku Di Balik Toga Hitam.

Palembang, Gajahmatinews.com

Sebuah perjalanan hidup yang sarat inspirasi dan dedikasi kini terangkum indah dalam karya musik bertajuk Di Balik Toga Hitam: Jejak Pengabdian Chairul S Matdiah. Lagu ini memotret rekam jejak panjang Chairul S Matdiah dari perjalanannya sebagai jurnalis, kiprah puluhan tahun di dunia hukum, hingga dedikasinya sebagai wakil rakyat di Sumatera Selatan.

​Bumi Sriwijaya menjadi saksi bisu perjuangan Chairul yang mengawali dedikasinya dari dunia jurnalistik. Lewat goresan pena di Majalah Fakta, ia menyuarakan ketidakadilan dan menyuarakan nurani masyarakat yang terluka. Langkah dari lembar berita menuju ruang keadilan tersebut menjadi fondasi kokoh bagi karier hukum yang ia bangun kemudian.

​Selama 21 tahun berkiprah sebagai pengacara di Jakarta dan Palembang, Chairul dikenal teguh memegang prinsip kejujuran dan nurani. Berbagai dinamika serta tantangan hukum tak melunturkan integritasnya. Kepercayaan masyarakat tumbuh dari konsistensi dan kejujuran yang terus ia jaga Di Balik Toga Hitam yang dikenakannya.

​Kiprah dan kepedulian sosial yang konsisten membawanya dipercaya menjadi Anggota Legislatif DPRD Sumatera Selatan selama tiga periode. Mengemban amanah rakyat, ia terus mengawal aspirasi daerah dengan semangat yang sama seperti saat memegang pena dan toga hukum.

​Saat dimintai tanggapan mengenai makna lagu dan perjalanan hidupnya tersebut, Chairul S Matdiah mengungkapkan perasaan haru dan syukurnya.

​”Lagu ini adalah pengingat sekaligus refleksi perjalanan panjang yang saya jalani. Apa yang saya lakukan sebagai wartawan, mengenakan toga hitam di ruang sidang, hingga berada di kursi legislatif, semuanya bermuara pada satu niat, yaitu mengabdi untuk rakyat Sumatera Selatan. Toga hitam dan amanah ini bukan sekadar profesi atau jabatan, melainkan tanggung jawab moral yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Chairul.

​Selain kiprah profesional dan politik, lagu ini juga menyoroti sisi humanis Chairul. Bagi dirinya, berbagi dan bersedekah telah menjadi jalan hidup harian yang melengkapi rekam jejak pengabdiannya di tengah masyarakat.

​”Selagi napas masih berhembus, saya ingin terus memberi manfaat. Kebaikan dan keadilan harus terus diperjuangkan tanpa henti,” katanya.

​Lagu Di Balik Toga Hitam pun menjadi lebih dari sekadar untaian nada, melainkan sebuah simfoni perjuangan dan komitmen murni untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat Bumi Sriwijaya. #jay

Di Balik Toga Hitam
Jejak Pengabdian Chairul S Matdiah

Di balik toga hitam kau melangkah
Membela mereka yang mencari arah
Bumi Sriwijaya menjadi saksi
Perjuangan hidup penuh inspirasi

Dari lembar demi lembar berita
Kau menulis suara yang terluka
Majalah Fakta jadi perjalanan
Mengawal nurani dan kebenaran

Jatuh bangun tak pernah kau hindari
Semua dijalani dengan hati

Reff
Chairul S Matdiah
Di balik toga hitam ada pengabdian
Chairul S Matdiah
Hidupmu penuh perjuangan
Dari pena menuju ruang keadilan
Dari rakyat kembali untuk rakyat
Namamu hidup dalam harapan

Dua puluh satu tahun mengabdi
Menjadi pengacara penuh dedikasi
Jakarta dan Palembang jadi saksi
Membela hukum dengan nurani

Tak pernah lelah menegakkan benar
Walau jalan tak selalu mudah
Kepercayaan tumbuh dari waktu
Karena kejujuran jadi peganganmu

Saat badai datang menguji
Iman membuatmu tetap berdiri

Reff
Chairul S Matdiah
Di balik toga hitam ada pengabdian
Chairul S Matdiah
Hidupmu penuh perjuangan
Dari pena menuju ruang keadilan
Dari rakyat kembali untuk rakyat
Namamu hidup dalam harapan

Kini amanah di pundakmu
Menjadi wakil suara rakyatmu
Tiga periode penuh kepercayaan
Mengawal Sumatera Selatan

Sedekah menjadi jalan hidup
Berbagi kasih tanpa mengeluh
Jejakmu bukan hanya cerita
Namun teladan untuk sesama

Reff akhir
Chairul S Matdiah
Di balik toga hitam ada cahaya
Chairul S Matdiah
Mengabdi sepanjang usia
Selama napas masih menyapa
Kebaikan akan terus terjaga
Bumi Sriwijaya menjadi saksi
Jejak pengabdian takkan berhenti

Pos terkait