Usai kejadian, Amalia mengaku sempat beberapa kali diminta untuk menghapus video pernyataannya di media sosial. Namun Amalia menegaskan tak akan menurunkan video itu.
“Kalau intimidasi tidak ada, hanya disuruh hapus video. Tapi saya bilang mohon maaf videonya terlanjur viral, kalau saya hapus berarti saya plin plan dan tidak punya pendirian,” katanya.
Muhammadun pun angkat suara merespons hal itu. Dia tak membantah dan menyampaikan permintaan soal insiden dirinya merokok saat rapat.
Namun, Muhammadun menilai teguran Amalia tak masuk akal. Sebab, kata dia, Amalia berjarak sekitar enam hingga tujuh meter darinya.
“Memang saya datang berokok, saya minta maaf tapi Amalia itu juga jaraknya 6 sampai 7 meter,” kata Muhammadun kepada wartawan, Rabu (11/9).
“Tidak seperti yang dia (Amalia) ekspresikan rokok (ditenteng ke atas) apa tidak rokok saya itu di lipat di tangan. Lalu saya minta asbak itu untuk mematikan rokok saya. Itu yang sebenarnya terjadi,” tambahnya.
Muhammadun juga membantah telah mengusuri Amalia usai mengur dirinya. Dia membantah informasi yang disampaikan Amalia.
“Tidak ada kata diusir,” ucap Muhammadun.
Muhammadun juga menjelaskan soal Amalia yang diistirahatkan mengajar usai kejadian tersebut. Dia mengaku tidak mau ikut campur sebab Amalia merupakan guru swasta.
“Tidak ada yang diberhentikan tidak ada, karena dia itu adalah guru swasta tidak mungkin pihak Kadisdikbud bisa memberhentikan beliau,” katanya. ***







