DPRD Sumsel Tinjau Dua Jembatan Strategis di Pagar Alam yang Mangkrak Sejak 2016

MENINJAU---Komisi IV DPRD Sumsel meninjau Jembatan Tebat Gheban, Rabu (14/1/2026). (FOTO: IST).

Pagar Alam, Gajahmatinews.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) melakukan peninjauan lapangan terhadap dua proyek jembatan strategis di Kota Pagar Alam yang kondisinya terbengkalai atau mangkrak sejak tahun 2016, Rabu (14/1/2026).

Peninjauan ini bertujuan untuk mencari solusi percepatan pembangunan guna mendukung konektivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat setempat. Kedua jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan sentra produksi pertanian dan akses pariwisata, namun hingga kini hanya menyisakan fondasi dan rangka yang mulai berkarat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Sumsel melihat langsung kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan. Menurut laporan, penghentian proyek selama hampir satu dekade ini disebabkan oleh kendala teknis dan pengalihan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Peninjauan lapangan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Muhammad Yansuri, SIP, didampingi Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah beserta jajaran terkait. Kunjungan ini dilakukan untuk mendorong Pemerintah Provinsi Sumsel segera melanjutkan pembangunan dua jembatan yang berstatus aset provinsi sejak 2022.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Muhammad Yansuri mengatakan,dua jembatan tersebut berada di jalur lingkar timur Kota Pagar Alam dan dinilai krusial untuk mengurai kemacetan lalu lintas.

Yansuri menegaskan, Kota Pagar Alam merupakan salah satu destinasi wisata utama di Sumatera Selatan dengan tren kunjungan yang terus meningkat. Selain itu, rencana operasional SMA Taruna Nusantara dipastikan akan mendongkrak mobilitas masyarakat ke wilayah tersebut.

“Dengan kondisi seperti ini, Pagar Alam membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. APBD kota jelas terbatas, sehingga peran APBD Provinsi sangat dibutuhkan. Komisi IV DPRD Sumsel akan mengusulkan kelanjutan pembangunan dua jembatan ini pada anggaran 2027,” ujar Yansuri.

DPRD Sumsel berkomitmen untuk membawa temuan ini ke rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Selatan dengan
mendorong alokasi dana pembangunan pada tahun anggaran mendatang agar proyek tidak kembali terhenti.

“Mengingat Pagar Alam adalah destinasi wisata unggulan, selesainya jembatan ini diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah menyebut pembangunan kedua jembatan telah terbengkalai hampir satu dekade tanpa kejelasan. Padahal, keberadaannya sangat vital sebagai jalur alternatif lalu lintas di kawasan timur kota.

“Karena itu kami mengajak langsung Komisi IV DPRD Sumsel meninjau lokasi, agar ada dorongan nyata untuk melanjutkan pembangunannya,” kata Ludi.

Ia menjelaskan, kepadatan lalu lintas di Kota Pagar Alam terus meningkat, sementara jalur lingkar timur belum bisa difungsikan secara optimal akibat mangkraknya dua jembatan tersebut. Akibatnya, kendaraan bertonase besar masih harus melintas di pusat kota.

“Jika dua jembatan ini rampung, kendaraan besar bisa langsung dialihkan ke jalur lingkar timur. Beban lalu lintas di pusat kota akan berkurang signifikan,” katanya.

Masyarakat Pagar Alam berharap kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan infrastruktur yang merata.

“Kami butuh kepastian kapan jembatan ini bisa dilewati,” ungkap seorang warga lokal yang hadir di lokasi. (hms/ADV).

Pos terkait