Ratusan Ribu Petani di Sumsel Belum Nikmati Pupuk Subsidi, Pemprov Akui Distribusi Belum Merata

Ilustrasi petani.

Palembang, Gajahmatinews.com

​Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mengakui bahwa penyaluran pupuk subsidi di wilayahnya masih belum merata. Memasuki tahun 2026, ratusan ribu petani tercatat belum bisa menikmati fasilitas bantuan tersebut.

​Dari total hampir satu juta petani yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), baru sekitar 320 ribu petani yang telah menerima alokasi pupuk subsidi.

​Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi tantangan besar. Terlebih, Sumsel tengah didorong untuk menyokong peningkatan produksi pangan nasional.

​“Di Sumsel ada hampir satu juta petani, tetapi yang menerima alokasi pupuk subsidi baru sekitar 320 ribu petani. Artinya, masih banyak petani yang belum terakomodasi,” ujar Bambang, Senin (25/5/2026).

​Menurut Bambang, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan distribusi pupuk subsidi ini belum terserap secara menyeluruh oleh para petani:

​Dia mengatakan, sebagian petani memiliki lahan garapan lebih dari dua hektare, sehingga secara regulasi tidak memenuhi syarat sebagai penerima subsidi. Selain itu, ada petani yang menanam komoditas di luar kategori yang berhak menerima pupuk subsidi. Dan, ​masih banyak petani yang belum melengkapi atau memisahkan berkas administrasi kelompok tani yang dibutuhkan.

​Untuk mengatasi persoalan ini, Pemprov Sumsel menggandeng Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan PT Pusri untuk memperketat pengawasan serta menggencarkan sosialisasi. Pengawasan ini dilakukan mulai dari tingkat distributor hingga ke kios-kios pupuk resmi guna memastikan ketersediaan stok di lapangan.

​Meski demikian, Bambang mengakui kendala teknis di lapangan masih sering terjadi, terutama terkait ketimpangan penyerapan antarwilayah akibat perbedaan masa tanam.

​Sebagai solusi, pemerintah menerapkan sistem realokasi dinamis. Contohnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI): ketika penyerapan pupuk di Kecamatan Pampangan rendah karena belum memasuki masa tanam, alokasi pupuknya segera dialihkan ke Kecamatan Lempuing yang progres masa tanamnya lebih cepat.

​Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, berikut adalah rincian realisasi penyaluran pupuk subsidi. Untuk wilayah dengan serapan tertinggi, Kabupaten OKU Timur menduduki posisi pertama dalam penyaluran pupuk urea dengan total 15.698 ton, disusul oleh Kabupaten Banyuasin (9.457 ton), dan Kabupaten OKI (6.061 ton).

​Pemprov Sumsel berharap lewat pengawasan yang lebih ketat dan sistem realokasi yang cepat, distribusi pupuk subsidi ke depan bisa jauh lebih merata demi mendongkrak produktivitas pertanian daerah. #hms

 

Pos terkait