Logika Kewajaran Kendaraan dan Baju Dinas Gubernur Sumsel, Chairul S Matdiah: Narasi Kesederhanaan yang Dipaksakan

Chairul S Matdiah.

Palembang, Gajahmatinews.com

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Chairul S Matdiah, angkat bicara mengenai riuh rendah kritik terhadap anggaran kendaraan dinas dan fasilitas Gubernur/Wakil Gubernur Sumsel. Menurutnya, publik perlu melihat persoalan ini dengan kacamata logika objektif, bukan sekadar sentimen negatif atau narasi “kesederhanaan yang dipaksakan.

Chairul menegaskan bahwa Gubernur adalah “Wajah Provinsi.” Sangat naif jika pemimpin sebuah provinsi sebesar Sumatera Selatan harus menggunakan kendaraan yang tidak representatif, seperti kelas Jimny, hanya demi mengejar citra efisiensi.

“Gubernur itu simbol daerah. Ada standar kewajaran dan kesesuaian yang harus dijaga. Bagaimana kita mau bicara wibawa pemerintahan kalau kendaraan operasionalnya saja tidak memadai untuk menjangkau medan Sumsel yang berat?” ujar Chairul.

Menanggapi kritik penggunaan helikopter, Chairul membandingkan topografi Sumatera Selatan dengan Jawa Barat. Di Jawa, jarak antar kabupaten/kota relatif dekat dan bisa ditempuh dalam waktu singkat. Namun di Sumsel, jarak tempuh rata-rata antar daerah memakan waktu 4 hingga 8 jam.

“Logikanya begini, jika ada dua acara resmi di hari yang sama, misalnya HUT Kota Lubuklinggau dan Prabumulih, mana mungkin ditempuh lewat darat dalam jeda waktu singkat? Penggunaan helikopter itu kebutuhan efektivitas kerja, bukan pamer kemewahan,” tegasnya.

Terkait anggaran baju dinas dan kendaraan, Chairul meminta masyarakat dan pengamat untuk mengedepankan rasionalitas. Ia menilai anggaran tersebut sudah melalui proses pengkajian di DPRD dan disesuaikan dengan beban kerja kepala daerah yang sangat tinggi.

“Jangan selalu dikaitkan dengan negative thinking. Kita ingin Gubernur bekerja cepat, hadir di tengah rakyat tepat waktu, dan tampil sebagai representasi Sumsel yang bermartabat di mata nasional maupun internasional,” tutupnya. #jay

Pos terkait