Tasiya Reno Pujaya
Mahasiswa Semester 5, Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang.
SEKARANG ini menjadi pengusaha muda seolah menjadi tren. Banyak mahasiswa berlomba-lomba membuat brand clothing, jualan makanan kekinian, atau buka bisnis online. Motivasi utamanya adalah mandiri secara finansial dan bisa jadi bos untuk diri sendiri. Tapi sayangnya semangat tinggi saja tidak cukup tanpa perencanaan yang matang.
Banyak bisnis anak muda yang berhenti di tengah jalan bukan karena idenya jelek, tapi karena tidak dilakukan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) terlebih dahulu. Padahal, studi kelayakan ini ibarat “tes kesehatan” sebelum bisnis dijalankan. Lewat proses ini bisa diketahui apakah ide usaha yang dijalankan layak diterapkan dari segi pasar, modal, keuntungan, sampai risiko yang mungkin dihadapi.
Bayangkan saja, Anda mau buka kafe tapi belum tahu siapa target pasarnya, berapa biaya yang dibutuhkan, atau seberapa besar persaingannya, itu sama saja seperti berlari tanpa arah. Akibatnya, banyak usaha tutup di bulan-bulan awal karena tidak siap menghadapi kenyataan di lapangan.
Melalui studi kelayakan, mahasiswa bisa belajar untuk berpikir lebih logis, analitis, dan realistis. Mahasiswa diajak untuk menilai bisnis bukan cuma dari sisi “seru dan viral” saja, tapi dari seberapa besar peluangnya untuk bertahan dan berkembang. Selain itu, kemampuan ini juga bisa melatih cara berpikir strategis yang berguna bukan hanya untuk berbisnis, tapi juga di dunia kerja.
Mempelajari studi kelayakan sekarang jauh lebih mudah dengan melakukan riset pasar lewat survei online, menganalisis kompetitor di media sosial, dan menghitung proyeksi modal pakai aplikasi keuangan gratis. Jadi tidak ada alasan lagi untuk asal-asalan memulai usaha.
Generasi muda memang dikenal berani mengambil risiko, tapi keberanian yang bijak adalah yang disertai perencanaan dan perhitungan matang. Karena sukses bukan datang dari keberuntungan semata, melainkan dari persiapan yang baik.

Mengapa Generasi Muda Penting Memulai Usaha
Membuka usaha sendiri telah menjadi salah satu tren utama di kalangan generasi muda dalam beberapa tahun terakhir. Antara tahun 2019 hingga 2024, banyak perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang mendorong meningkatnya minat generasi milenial dan Gen Z untuk terjun ke dunia wirausaha. Lalu, mengapa penting bagi generasi muda untuk memulai usaha mereka sendiri, serta bagaimana fenomena ini dapat memberikan dampak positif bagi individu dan masyarakat :
1. Mengembangkan Keterampilan dan Kompetensi
Membuka usaha sendiri bukan hanya tentang mencari keuntungan finansial, tetapi juga tentang mengembangkan berbagai keterampilan penting. Generasi muda yang memulai bisnis akan belajar banyak tentang manajemen waktu, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan keterampilan komunikasi. Mereka juga akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana mengelola keuangan, merancang strategi pemasaran, serta memahami dinamika pasar.
Keterampilan-keterampilan ini tidak hanya bermanfaat dalam konteks bisnis, tetapi juga sangat berharga di berbagai aspek kehidupan lainnya. Dengan demikian, wirausaha muda tidak hanya membekali diri mereka untuk sukses dalam bisnis, tetapi juga dalam karier apapun yang mereka pilih di masa depan.
2. Memberikan Solusi Inovatif untuk Tantangan Sosial
Generasi muda saat ini dikenal sebagai generasi yang sangat sadar akan isu-isu sosial dan lingkungan. Dengan membuka usaha, mereka memiliki peluang untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Banyak start-up yang didirikan oleh generasi muda fokus pada bidang-bidang seperti teknologi hijau, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai contoh, banyak wirausahawan muda yang mengembangkan aplikasi atau platform digital untuk mempermudah akses pendidikan di daerah terpencil atau menciptakan solusi teknologi untuk mengurangi jejak karbon. Inovasi-inovasi semacam ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global dan menciptakan dunia yang lebih baik.
3. Mengurangi Tingkat Pengangguran
Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh banyak negara adalah tingginya tingkat pengangguran di kalangan anak muda. Dengan membuka usaha sendiri, generasi muda tidak hanya menciptakan lapangan kerja untuk diri mereka sendiri tetapi juga berpotensi membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan perekonomian lokal.
Menurut data dari World Bank, pengangguran di kalangan pemuda global mencapai 13.6% pada tahun 2019. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya inisiatif wirausaha dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan. Dengan dukungan dan bimbingan yang tepat, wirausahawan muda bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang signifikan.
4. Mengambil Manfaat dari Kemajuan Teknologi
Perkembangan teknologi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah membuka peluang baru bagi wirausahawan muda. Akses yang lebih mudah ke internet, perangkat lunak bisnis, dan platform e-commerce memungkinkan pemilik usaha muda untuk menjalankan bisnis mereka dengan modal yang relatif rendah dan jangkauan pasar yang luas.
5. Meningkatkan Kemandirian dan Kepercayaan Diri
Mendirikan dan menjalankan usaha sendiri membutuhkan keberanian, ketekunan, dan tekad yang kuat. Proses ini akan mengajarkan generasi muda tentang arti kemandirian dan pentingnya tanggung jawab pribadi. Keberhasilan dalam bisnis, sekecil apapun, bisa sangat meningkatkan kepercayaan diri dan self-esteem mereka.
Kesimpulan
Membuka usaha bagi generasi muda adalah langkah penting yang membawa banyak manfaat. Selain mengembangkan keterampilan dan kompetensi, wirausahawan muda juga memiliki kesempatan untuk memberikan solusi inovatif bagi tantangan sosial, mengurangi pengangguran, memanfaatkan kemajuan teknologi, serta meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri mereka. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat secara keseluruhan.
Jadi, sebelum kamu buru-buru bikin logo brand atau pesan bahan baku, tanyakan dulu pada diri sendiri:
“Apakah bisnisku sudah layak dijalankan?
Kalau belum, yuk pelajari studi kelayakan biar bisnismu nggak cuma jadi tren sementara, tapi bisa jadi langkah nyata menuju kesuksesan jangka panjang. * (Editor: Ferly Marison).







