Palembang, Gajahmatinews.com
Di saat aroma ketupat mulai tercium dari dapur-dapur warga dan gema takbir mulai dipersiapkan, seribu seragam jingga di sudut-sudut Kota Palembang justru semakin mengencangkan tali sepatu bot mereka.
Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-107, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota (DPKP) Kota Palembang menggelar tasyakuran sekaligus buka puasa bersama di gedung baru mereka.
Angka 107 tahun bukan sekadar perayaan angka di atas kue tasyakuran, melainkan monumen dedikasi yang tak kenal kalender merah. Ketika seluruh kota bersiap untuk ‘pulang’, mereka memilih untuk tetap ‘siaga’, memastikan api tetap padam agar kemenangan Idulfitri tak berganti menjadi duka.”
Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol dedikasi ribuan personel Damkar yang setiap hari mempertaruhkan tenaga, waktu, bahkan nyawa demi keselamatan warga kota.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim menyampaikan penghargaan mendalam kepada 1.154 petugas Damkar. Ia menegaskan bahwa tugas mereka bukan pekerjaan biasa, melainkan panggilan kemanusiaan.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas Damkar yang telah bahu-membahu melaksanakan tugasnya dalam menyelamatkan nyawa dan harta masyarakat,” ujar Aprizal.
Berbeda dengan ASN lain yang bisa menikmati Work From Home atau cuti Lebaran, petugas Damkar Palembang justru tidak mengenal kata libur. Delapan pos Damkar yang tersebar di seluruh kota akan tetap beroperasi penuh selama 24 jam.
“Untuk petugas Damkar ini tidak ada libur. Mereka harus tetap standby di 8 pos yang ada untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Palembang selama masa lebaran,” tegas Aprizal.
Kepala Dinas Damkar Kemas Haikal menjelaskan bahwa sistem rotasi jaga sudah disiapkan dengan matang. Empat regu bertugas bergantian pagi, siang, malam, sementara satu regu beristirahat. Total ada sekitar 230 personel per regu, dengan kekuatan penuh di pos utama yang menampung hingga 70 orang.
Tak hanya personel, 32 unit mobil pemadam dan 4 unit tim rescue juga disiagakan. Layanan darurat 112 tetap aktif 24 jam, ditambah koordinasi cepat melalui WhatsApp.
Haikal mengingatkan masyarakat yang mudik agar memastikan keamanan rumah sebelum berangkat. Kompor dan listrik harus dimatikan, sambungan gas dicabut, dan warga yang tinggal di rumah diminta saling menjaga lingkungan.
“Periksa kompor dan listrik, pastikan semua peralatan sudah mati sebelum berangkat. Ini langkah kecil, tapi bisa mencegah musibah besar,” pesannya. #hms







