Palembang, Gajahmatinews.com
Walikota Palembang Ratu Dewa memaparkan dua inovasi unggulan Pemkot Palembang dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Presentasi berlangsung secara daring dari Ruang Video Conference Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (3/11/2026).
Dua inovasi itu adalah Ado Gawe dari Dinas Tenaga Kerja, inovasi digital untuk menekan pengangguran, dan Sedulang Ketan dari Dinas Kesehatan, inovasi non-digital untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat rentan.
Ratu Dewa menjelaskan, Ado Gawe hadir sebagai solusi pengangguran terbuka di Palembang yang pada 2024 mencapai 6,98 persen. Melalui informasi lowongan kerja dan pelatihan berbasis digital, angka itu turun menjadi 6,81 persen pada 2025.
Sedulang Ketan dirancang untuk menjangkau masyarakat rentan yang kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat kendala geografis, sosial, maupun ekonomi. Pelayanan dilakukan secara proaktif lewat pemeriksaan langsung di lapangan, sistem jemput bola, dan rujukan lintas sektor. Jumlah kegiatan pelayanan tercatat 103 pada 2024, naik menjadi 447 pada 2025, dan mencapai 833 hingga Oktober 2026.
Ratu Dewa juga menyampaikan perkembangan indeks inovasi daerah Kota Palembang, yang naik dari 68,13 pada 2023 menjadi 84,24 pada 2024 dan 88,02 pada 2025, dengan predikat sangat inovatif.
Ia menegaskan, pengembangan inovasi tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi harus menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen itu diperkuat lewat Deklarasi Budaya Inovasi yang ditandatangani seluruh perangkat daerah pada 3 Maret 2025. Pengembangan inovasi juga diintegrasikan ke dokumen perencanaan pembangunan daerah dan diperkuat dengan kolaborasi bersama BRIN, perguruan tinggi, pemerintah daerah lain, dan media massa. #hms







