Palembang, Gajahmatinews.com
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menegaskan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) tidak boleh berhenti sebagai program bantuan, melainkan harus terus didorong “naik kelas” menjadi gerakan pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku, bukan sekadar penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri Ngopi Bareng GSMP di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Senin (14/9/2026).
“GSMP bertujuan lebih memproduktifkan masyarakat. GSMP harus terus didorong untuk naik kelas agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku,” kata Cik Ujang.
Program yang digagas Pemerintah Provinsi Sumsel di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang ini telah berjalan sejak 2021 dan terus diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Cik Ujang, forum diskusi santai seperti Ngopi Bareng GSMP sengaja dipilih agar pembahasan pembangunan lebih dekat dan terbuka dengan masyarakat, tidak selalu dalam suasana formal.
Dalam kesempatan itu, Cik Ujang juga mengukuhkan Forum Kemitraan Sinergi GSMP dan Pandu GSMP untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra melaporkan, GSMP turut berkontribusi menekan angka kemiskinan di Sumsel, dari 9,85 persen pada September 2025 menjadi 9,50 persen pada Maret 2026.
“Kontribusi komponen makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 75,26 persen. Ini artinya penguatan pangan sangat berpengaruh,” ujar Edward.
Ia menambahkan, Skor Pola Pangan Harapan (PPH) juga terus meningkat, menandakan perbaikan kualitas konsumsi pangan masyarakat. Meski begitu, Edward mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pengembangan GSMP, mulai dari koordinasi, pendampingan, data sasaran, pemantauan, kemitraan, hingga hilirisasi.
Karena itu, penguatan program ke depan tidak cukup hanya lewat penambahan bantuan, tetapi memerlukan pembenahan sistem secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, penguatan Pandu GSMP dan Sinergi GSMP, hingga pembangunan data sasaran berbasis DTSEN.
Melalui semangat “naik kelas” ini, GSMP diharapkan berkembang dari program pemerintah menjadi gerakan bersama yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, menciptakan nilai ekonomi, dan mewujudkan kemandirian pangan di setiap keluarga Sumatera Selatan. #hms







