Sekda Sumsel Edward Candra Dorong Sinkronisasi Program Penanggulangan Kemiskinan TA 2027

RAKOR---Sekda Sumsel Edward Candra saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Sumsel yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Sumsel, Rabu (3/6/2026).

Palembang, Gajahmatinews.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bergerak cepat mengawal dokumen perencanaan pembangunan daerah demi menekan angka kemiskinan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, MH, menegaskan pentingnya sinergi dan komitmen kuat dari seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di wilayah Bumi Sriwijaya.

​Hal tersebut ditegaskan Edward Candra saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Sumsel yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Sumsel, Rabu (3/6/2026).

​”Rakor ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan berbagai program dan kebijakan penanggulangan kemiskinan. Baik yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota,” ujar Edward.

​Menurutnya, sisa waktu dalam tahapan penyusunan dokumen perencanaan anggaran saat ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh daerah.

​“Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahapan penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran untuk tahun depan. Kita masih memiliki waktu beberapa minggu ke depan untuk melakukan sinkronisasi program, khususnya yang berkaitan dengan upaya percepatan penurunan kemiskinan pada Tahun Anggaran (TA) 2027,” jelasnya.

​Edward menambahkan, keberhasilan memangkas angka kemiskinan sangat bergantung pada komitmen konkret di lapangan. Hasil rakor ini diharapkan langsung diimplementasikan ke dalam proses penganggaran daerah agar program yang dirancang bisa berjalan efektif dan tepat sasaran.

​Selain masalah penganggaran, Sekda Sumsel juga menggarisbawahi krusialnya akurasi data. Ia meminta seluruh jajaran untuk memperketat proses verifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem.

​“Data yang valid adalah kunci. Tanpa data yang akurat, kebijakan dan sasaran program penanggulangan kemiskinan tidak akan bisa menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

​Pihaknya juga berharap kementerian terkait di tingkat pusat dapat terus memberikan pendampingan, arahan, serta motivasi bagi jalannya program di daerah. Sinergi lintas lini ini dinilai akan mempercepat pencapaian target penurunan kemiskinan yang telah ditetapkan.

​Di akhir sambutannya, Edward menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran kementerian, kementerian koordinator, serta seluruh narasumber yang hadir. Masukan strategis yang diberikan diharapkan menjadi formula efektif bagi daerah dalam menyusun langkah penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

​Rapat koordinasi penting ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta para Kepala Bappeda dari kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan. #hms

Pos terkait