Rakernas II ADPSI di Bali, Ketua DPRD Sumsel Tekankan Pentingnya Kemandirian Fiskal Daerah

SINERGI DAERAH---Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie (tengah), bersama delegasi DPRD Sumsel saat menghadiri pembukaan Rakernas II ADPSI di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali, Senin (29/6/2026).

Bali, Gajahmatinews.com

​Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie, bersama jajaran anggota dan Sekretaris DPRD Sumsel menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI). Forum legislatif nasional ini digelar di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali, pada 29–30 Juni 2026.

​Forum yang dihadiri oleh 124 delegasi dari 35 DPRD Provinsi se-Indonesia ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan kebijakan, serta merumuskan rekomendasi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

​Rakernas II ADPSI resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Tahun ini, komparasi gagasan tersebut mengusung tema “Penguatan Fiskal Daerah untuk Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema ini menggarisbawahi bahwa kemandirian fiskal adalah fondasi utama untuk mempercepat pembangunan dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di daerah.

​Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie mengungkapkan bahwa Rakernas ADPSI menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antarlembaga legislatif provinsi sekaligus menyatukan langkah dalam mendorong kebijakan yang berorientasi pada kebutuhan daerah.

​“Melalui forum ini, kami dapat bertukar pengalaman, menyusun rekomendasi, serta memperkuat komitmen dalam mendukung penguatan fiskal daerah sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Andie.

​Menurut Andie, penguatan fiskal daerah tidak boleh berdiri sendiri. Hal tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta pengawasan anggaran yang efektif agar manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat.

​“DPRD Sumatera Selatan berkomitmen penuh mendukung setiap kebijakan yang mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif adalah kunci utama mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

​Selain menggodok isu-isu strategis terkait pengelolaan fiskal, Rakernas II ADPSI juga diwarnai dengan aksi sosial nyata melalui program ADPSI-ASDEPSI Peduli Lingkungan.

​Para peserta melakukan penanaman 500 bibit pohon (beringin, cemara, dan rasamala) di kawasan konservasi Danau Buyan, Bedugul, Bali. Tidak hanya itu, mereka juga membagikan bibit tanaman buah kepada warga sekitar sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan yang pro-lingkungan.

​Keikutsertaan DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam Rakernas II ADPSI ini diharapkan mampu memperkuat peran legislatif dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, inovatif, dan berpihak pada rakyat, sekaligus mempererat kolaborasi antardaerah demi visi Indonesia Emas 2045. (hms/ADV).

Pos terkait